[TRANSLATE] Hak – Hak Istimewa Sebagai Anak

 

 

 (Part 6) 



Kami membesarkan anak kami dengan kasih dan disiplin. Anak itu manis. Di suatu hari, dia merangkak kedalam bathtub dengan saya, mencium leher saya, dan berkata, “Ayah aku sangat mencintaimu!”

Saya hampir tergerak! Saya merasa ingin berkata, “Apa yang kamu mau? Ayah akan memberikan semuanya!” Para orang tua tahu apa yang saya katakan.

Stephen mengetahui dimana dia berada. Jika kami mencoba untuk menguncinya di luar rumah, dia akan memukul paksa pintu dan membuka jendela untuk masuk. Rumah kami adalah tempat dia berada.

Dia tidak pernah berkata “Ah, saya bukan apa – apa ayah, ibu, bisakah saya mendapat makanan yang di keluarkan dari kulkas?” Anda bercanda?  Kami menyimpan berkarton – karton es krim, karena kami menerima anak – anak tetangga di rumah kami, dan kami menceritakan tentang Yesus kepada mereka. Mereka masuk dan dapat mengambil es krim itu.

Stephen tidak perlu datang dan meminta. Dia bersama dengan ayah dan ibunya. Dia tahu kami menyayanginya, peduli padanya, dan dia memiliki hak untuk apa yang kami miliki.

Dia hanya berjalan ke dalam rumah, berkata, “Ayo”  pada anak – anak dan mereka semua berbaris pada kulkas. Stephen mengambil sendiri, terkadang dua mangkuk.

Dan saya tidak peduli, es krim murah. Saya lebih baik mempersilahkan anak – anak itu di rumah daripada menjadi penggerutu tua yang mengusir mereka, berteriak, “Pergi dari sin!” Itulah cara yang banyak orang tua lakukan pada mereka. Puji Tuhan, mereka datang ke rumah kami, dimana ada atmosfir kasih.

 

 

  By: Ed Dufresne 

Translate: Eunice Debora Remeeus 



*****

We Have What Our Heavenly Father Has

 

 

 

 

Popular posts from this blog

[TRANSLATE] Klausa 1: Tidak Mengampuni

Mazmur 116:7