[TRANSLATE] Contoh Pengampunan dan Pemulihan

 

 

(Part 9) 

 

 

Inilah ilustrasi bagaimana Kristus telah memberikan kepada kita kebenaran dan hikmat.

Bertahun – tahun yang lalu, saya pergi ke SMP, saya pernah bekerja di peternakan ayam. Saya adalah orang yang membersihkan pupuk dari bawah kandang, memuatnya pada gerobak dan menaruhnya di tumpukan besar. Saya juga yang memotong ayam. Saya melakukan semuanya di sekitar peternakan itu. Saya mendapatkan 75 sen per jam untuk ini!

Bos saya, tuan Goodwin, sangat menyayangi saya. Dia seperti ayah untuk saya. Saat ayah dan ibu saya sendiri pergi mabuk, dia mengasihi saya. Dan saya sangat menyayanginya.

Tetapi, sesuatu terjadi. Setiap beberapa waktu sekali seorang pria yang bekerja di bagian lain dari peternakan datang ke area penetas telur dimana saya memberi makan anak – anak ayam. Sebelum saya mengetahuinya, dia datang sehari sekali. Dia berkata, “Kau tahu, tuan Goodwin itu murahan. Faktanya, seharusnya dia memberikan uang lebih, pikirkan betapa banyaknya yang kau lakukan.” Dia mulai menanamkan pikiran saya untuk melawan tuan Goodwin.

Akhirnya saya bergabung. Lebih baik anda berhati – hati anda pergi dengan siapa! Jika mereka memiliki roh yang salah, roh itu juga akan hinggap jika anda mendengarkannya. Mereka akan mulai berbicara melawan pendeta anda, dan sebelum anda mengetahuinya, anda akan mulai berbicara melawan pendeta anda. itu yang terjadi pada saya. Saya tertangkap basah saat berbicara melawan tuan Goodwin. Tentu saja saya belum bertobat waktu itu.

Tuan Goodwin mengadakan workshop kecil di sebelah ruang penetas. Kerusakan di tembok cukup besar baginya untuk mendengar apa yang dibicarakan di ruang sebelah. Dia berada di ruang workshopnya saat pekerja ini datang menemui saya. Dan kami mulai mengomel tentang tuan Goodwin. Saya tidak pernah lupa ketika tuan Goodwin berjalan menuju ruang penetas!

Dia langsung menatap saya. Dia berkata, “Jadi kau berpikir begini dan kau piker aku begitu” saya langsung mencoba untuk melindungi diri sendiri. Dia berkata, “Seperti itu perasaanmu?”

Saya berkata, “Benar”

Dia berkata, “Kau dipecat!”

Tentu saja dia juga memecat yang lainnya juga.

Saya pergi dari situ, tetapi saya katakana pada anda, sesuatu dalam diri saya mengetahui saya salah, saya merasa sangat bersalah.

Dua minggu berlalu, dan putra tuan Goodwin datang ke rumah saya, mengetok pintu, dan berkata, “Ed, ayahku menyayangimu dengan segenap hatinya. Yang hanya kamu perlu lakukan adalah pergi ke toko dan memintanya untuk memaafkanmu.”

Dan saya melakukannya, saya pergi dengan sepeda, saya pergi kesana, dan berkata, “Tuan Goodwin, maukah anda memaafkan saya tentang apa yang saya katakana? Saya tidak bersungguh – sungguh. Saya mengatakannya, tetapi saya tidak bersungguh – sungguh.”

 

 

By: Ed Dufresne

Translate: Eunice Debora Remeeus




Popular posts from this blog

[TRANSLATE] Klausa 1: Tidak Mengampuni

Mazmur 116:7