[TRANSLATE] Di Hari Cinta Menang

 

 

(Part 14)

 


Ada hari dimana saya sudah tidak tahan lagi: saya pergi ke gereja bersamanya di minggu berikutnya. Saya memakai kemeja putih yang lama yang masih kotor dari bar di malam sebelumnya. Dan kepala saya sakit.

Lima puluh orang menghadiri ibadah, dan saya pikir mereka tidak ramah. Saat pengumuman dibuat, orang – orang tersebut terus berkata “Amin.” Di gereja tempat saya dibesarkan, anda tidak mengatakan apapun.

Dan mereka mulai bernyanyi, dan mereka bernyanyi tentang darah. Tiba – tiba wanita Filipina berdiri dan memberi pesan dengan bahasa lidah. Bola mata saya terbelalak

“Ya Tuhan, apa itu?”Tanya saya pada patner saya. Tetapi saya tahu itu supernatural

Lalu suaminya bangkit dan menerjemahkan. Saya tidak pernah mendengar apa yang dikatakan pendeta pagi itu. Saya tahu saaya harus memiliki apa yang patner saya miliki. Saat dia memberikan undangan, apakah ada yang ingin di selamatkan?, saya langsung lari ke mimbar, sakit kepala, dan semuanya. (Setelah itu, mereka berkata mereka mengira saya akan lari ke pintu belakang.)

Waktu itu, gereja – gereja memiliki banyak mimbar dan bangku mimbar. Saya berlutut dan berkata, “Tuhan, ampuni dosaku” Darah Kristus Yesus turun dari surga dan Ed Dufresne yang kecil, kurus itu mati! Dia mencair disana. Dan saat saya berdiri, saya adalah ciptaan baru dalam Kristus!

Saat saya menggembalakan di Torrance, orang orang yang pernah bergaul dengan saya menyusup ke belakang gereja. Mereka mendengar, “Ed Dufresne berkotbah di situ!”

    Setelah mereka melihat saya dan mendengar saya berkotbah, mereka berkata satu sama lain, “Tidak, itu bukan dia. Sepertinya dia, tapi bukan dia. Ed Dufresne yang kita tahu itu gila!”

 

    By: Ed Dufresne

 Translate: Eunice Debora Remeeus

 

 

*****

Love Has Won

 

 

 

 

Popular posts from this blog

[TRANSLATE] Klausa 1: Tidak Mengampuni

Mazmur 116:7