[TRANSLATE] Lihat Pada Kami!
(Part 10)
Jadi disinilah orang lumpuh memohon di pinggir jalan. Tidak diberitahukan berapa kali dia disana saat Yesus berjalan kedalan Bait Allah, tetapi saat itu tidak tidak terjadi apa – apa. Tetapi Petrus menatapnya dan berkata “Lihatlah kepada kami!”
Pernyataan “Lihatlah kepada kami!” terlihat sangat angkuh untuk natural, pemikiran agama. Apa yang anda maksud, “lihatlah kepada kami”? Tetapi Petrus tidak mengatakannya dengan sikap angkuh. Dia berkata, “Lihat pada kami. Kami punya otoritas. Kami dapat membantumu”
Kita juga harus berani, bukan arogan, dalam tipe otoritas tersebut.
Puji Tuhan untuk sebuah pertemuan, tetapi anda tidak perlu mengundang pengabar injil kesembuhan datang ke kota untuk menyembuhkan orang. Alkitab berkata, “Tumpangkan tangan pada yang sakit, maka mereka akan sembuh” Bukankah itu yang Yesus Katakan dalam Amanat Agung? Apakah anda menyadari Yesus memberikan kita otoritas untuk pergi dan menyembuhkan yang sakit?
“Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata; ‘Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu…’” (Ay. 5-6)
Petrus tidak punya uang waktu itu. Tidak semua orang perlu uang. Ada orang – orang yang mau memberikan semua kekayaannya untuk bahagia.
Apa yang Petrus punya? “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”
Nama itu! Petrus punya Nama itu!
Apa yang diinvestasikan dalam Nama itu? Apa yang barusan terjadi dengan penyembuhan di gerbang Indah? Petrus dan Yohanes teridentifikasi dengan karakter Yesus dan tujuanNya. Mereka memiliki kuasa dan otoritas yang didelegasikanNya.
Jika seorang teman memberi saya wewenang untuk menggunakan namanya, saya harus melihat wewenang yang saya dapat atas namanya.
By: Ed Dufresne
Translate: Eunice Debora Remeeus
*****
BE BRAVE