[TRANSLATE] Karunia Untuk Berpergian
(Part 18)
Orang – orang mengatakan, “Saya ingin berpergian denganmu” sampai merek melakukannya. Mereka bertahan empat hari. Kami keluar dan masuk bandara, berkotbah setiap malam, pergi kesana sini. Anda harus diurapi untuk bertahan dengan jadwal semacam itu! Anda harus mengetahui Firman Allah.
Setelah beberapa hari dalam angin puyuh, mereka bertanya, “Kami tidak tahu bagaimana kau melakukannya!” saya katakana pada mereka, “Anugrah Allah”
Ada beberapa pendeta menemani saya dalam perjalanan, tetapi setelah tiga hari mereka kangen rumah. Mereka menelepon istri – istri mereka separuh waktu, meratap, “Oh, sayang, aku sangat merindukanmu!”
Saya dapat berpergian seperti ini karena Allah memberikan karunia untuk apa yang saya lakukan. Jika para pendeta melakukannya, mereka akan terbakar, karena mereka tidak mempunyai urapan untuk melakukan ini. Tetapi, jika saya mencoba untuk diam dirumah dan mengembalakan, saya akan merasa tidak nyaman.
Seseorang menawarkan gereja kepada saya belum lama ini. Dia berkata, “Mereka mencintaimu”
Saya berkata, “mereka tidak membutuhkanku. Mereka membutuhkan gembala. Saya akan meninggalkan mereka”
“Apa maksudmu?”
“Setelah dua atau tiga minggu, saya akan merasa tidak nyaman. Saya akan menggerutu. Saya akan menggeram pada semua orang!”
Mengapa? Karena saya harus berada di jalan. Itu adalah tugas saya.
By: Ed Dufresne
Translate: Eunice Debora Remeeus
*****
Each Person Has Their Own Gift